JT - Komisi E DPRD DKI Jakarta menilai Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) dapat menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul pada tahun 2045.
"Kalau kita mau konsisten mencapai Indonesia emas dan bonus demografi, salah satu instrumen utama untuk mencapai itu adalah sumber daya manusia, generasinya baik,” kata Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Johnny Simanjuntak kepada wartawan di Jakarta, Sabtu.
Baca juga : 28 Tersangka Kasus Judi Online Terungkap, Oknum Komdigi Terlibat
Johnny meminta Pemerintah Provinsi DKI tidak menghapus 12 ribu penerima manfaat Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) lantaran dapat menciptakan generasi sumber daya manusia (SDM) yang unggul pada tahun 2045.
Oleh karena itu, katanya, pendidikan wajib menjadi prioritas terutama bagi anak-anak berprestasi dari kalangan tidak mampu sehingga mereka harus diberi akses untuk mendapatkan pendidikan dengan subsidi dari pemerintah DKI Jakarta.
“Pendidikan bagi anak-anak unggul dari keluarga tidak mampu harus diberikan dan jangan diabaikan, apalagi dicabut haknya itu,” ujarnya.
Baca juga : Satpol PP Jakarta Barat Tertibkan Lapak Liar di Kolong Tol Angke
Ia menegaskan, kebijakan memangkas ribuan penerima manfaat KJMU harus dibatalkan lantaran klasifikasi kategori kemiskinan yang bersumber dari data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) tak sepenuhnya sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Tidak usah lagi diklasifikasikan tingkat kemiskinannya lantaran KJMU ini kebijakan bidang pendidikan,” ujarnya.
Bagikan