JT – Gejala wajah miring sering kali menimbulkan kekhawatiran, terutama karena sulit dibedakan apakah hal itu merupakan tanda stroke atau bell’s palsy. Menurut Dokter Spesialis Saraf RSPI, dr. Sahar Aritonang, Sp.N, M.Si.Med, FINS, perbedaan utama kedua kondisi tersebut terletak pada jenis saraf yang terpengaruh dan sebaran gejalanya.
“Pada bell's palsy, yang terdampak adalah saraf ketujuh atau saraf wajah, sehingga kelumpuhan hanya terjadi pada area wajah tanpa gejala tambahan. Sedangkan pada stroke, kelumpuhan saraf ketujuh sering disertai keluhan lain di bagian tubuh lainnya,” jelas dr. Sahar dalam wawancara daring untuk memperingati Hari Stroke Sedunia di Jakarta, Selasa (29/10).
Baca juga : Catatan Harian Menantu Sinting Mulai Meriahkan Bioskop 18 Juli
Bell's palsy terjadi akibat gangguan pada saraf wajah tepi (perifer) dan umumnya hanya mempengaruhi setengah bagian wajah tanpa melibatkan kelemahan pada anggota tubuh atau gangguan penglihatan yang sering dialami pasien stroke. Pada bell’s palsy, kelumpuhan wajah meliputi seluruh sisi yang terdampak, mulai dari alis hingga mata yang tidak bisa tertutup sempurna.
Sementara pada stroke, meski saraf ketujuh juga dapat terkena, gejalanya biasanya disertai kelumpuhan di anggota tubuh lain, seperti tangan atau kaki, serta gangguan penglihatan. Dr. Sahar menjelaskan bahwa kelemahan pada stroke biasanya terbatas di bagian bawah wajah, sehingga alis dan mata tetap berfungsi normal, berbeda dengan bell's palsy yang memengaruhi seluruh sisi wajah.
“Jika bell's palsy, seluruh sisi wajah akan lumpuh, mulai dari dahi hingga bibir. Sedangkan pada stroke, kelumpuhan hanya terjadi di bawah mata hingga ke bibir,” tambahnya.
Baca juga : TBC atau Kanker Limfoma? Inilah Cara Membedakannya
Meski kedua kondisi membutuhkan penanganan segera, stroke memiliki golden time atau waktu emas sekitar tiga setengah hingga empat jam untuk mendapatkan pengobatan trombolitik pada stroke non-hemorrhagic (akibat penyumbatan). Penanganan cepat pada kedua kondisi ini sangat penting untuk meningkatkan peluang pemulihan optimal.
Bagikan