JT - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengecam keras serangan Israel ke sebuah kamp pengungsi di Rafah, yang menewaskan 45 warga Palestina, kata juru bicaranya pada Selasa (28/5).
Guterres juga telah mengutuk keras serangan udara Israel pada Minggu (26/5) di Rafah yang menghantam tenda-tenda yang dihuni oleh para pengungsi. Dia sangat terpukul melihat para korban yang tewas dan terluka, termasuk banyak korban anak kecil, ungkap juru bicara (jubir) Guterres, Stephane Dujarric, dalam sebuah pernyataan.
Baca juga : Jalur Kereta China-Laos Tangani 10 Juta Ton Barang Impor-Ekspor Sejak 2021
Seperti yang telah dikatakan Guterres sebelumnya, prahara dan penderitaan tersebut harus segera dihentikan, sebut pernyataan itu.
"Guterres kembali menegaskan permintaannya untuk gencatan senjata sesegera mungkin dan pembebasan semua sandera secepatnya dan tanpa syarat. Dia mengingatkan kembali perintah terbaru Mahkamah Internasional, yang bersifat mengikat dan harus dipatuhi".
Mahkamah Internasional telah memerintahkan Israel untuk menghentikan serangan militernya di Rafah.
Baca juga : PBB Tunjuk Sigrid Kaag Sebagai Koordinator Kemanusiaan Untuk Gaza
Otoritas Israel harus mengizinkan, memfasilitasi, dan memungkinkan pengiriman bantuan pasokan kemanusiaan secara cepat, aman, dan tanpa hambatan kepada mereka yang membutuhkan dan semua titik penyeberangan harus dibuka.
Organisasi-organisasi kemanusiaan harus memiliki akses kemanusiaan yang penuh, cepat, aman, dan tanpa hambatan guna menjangkau semua warga sipil yang membutuhkan di seluruh Gaza, kata pernyataan itu.
Bagikan