JT - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menilai sosialisasi mitigasi bencana penting dilakukan di Sumatera Barat yang dikenal rawan bencana untuk meminimalisasi korban.
"Pemerintah daerah harus aktif mensosialisasikan mitigasi bencana tersebut sesuai potensi bencana di daerah. Ini untuk meminimalisasi potensi korban baik harta maupun korban jiwa," katanya di Padang, Jumat.
Baca juga : Pergerakan Masyarakat saat Libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 Capai 126 Juta Orang
Ia mengatakan upaya untuk meminimalisasi dampak bencana merupakan salah satu tugas pemerintah daerah, salah satunya dengan menggencarkan sosialisasi mitigasi pada masyarakat.
Menurutnya, potensi bencana bisa dideteksi, tapi kapan akan terjadi, tidak dapat dipastikan sehingga kesiapsiagaan menjadi sangat penting.
"Sebagian besar bencana alam di Indonesia terjadi secara berulang, seperti longsor, banjir, erupsi. Masing-masing daerah harusnya dapat lebih siap dalam penanganan bencana sesuai potensi yang ada," katanya.
Baca juga : BNPB: Sepekan Terakhir, Kasus Karhutla Mendominasi Pulau Sumatera
Sementara itu Gubernur Sumbar, Mahyeldi menyebut Pemerintah Provinsi bersama kabupaten dan kota terus melakukan sosialisasi mitigasi bencana secara masif. Bahkan pada zona rawan bencana didirikan plang penanda.
Menurutnya hal itu sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan resiko bencana di Sumbar, terutama di lingkungan tempat tinggalnya.
Bagikan