JAKARTATERKINI.ID - Kanselir Jerman, Olaf Scholz, menegaskan bahwa negara-negara Barat tidak akan mengirim pasukan darat ke Ukraina dan menolak usulan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Selasa (27/2).
Scholz menyatakan, "Apa yang telah kita sepakati sebelumnya akan tetap berlaku. Negara-negara Eropa atau NATO tidak akan mengirim pasukan darat atau tentara ke Ukraina," saat memberikan pernyataan kepada wartawan di Kota Freiburg, barat daya Jerman.
Baca juga : Uni Eropa Dukung Penuh Rencana Mesir untuk Rekonstruksi Gaza
"Ia menekankan bahwa para tentara aktif di negara-negara mereka tidak akan berpartisipasi secara aktif dalam konflik," tegasnya.
NATO adalah aliansi pakta pertahanan Atlantik Utara.
Scholz menekankan posisinya bahwa negara-negara sekutu Barat harus menahan diri untuk tidak memancing konflik langsung dengan Rusia.
Baca juga : Mesir, Qatar, dan AS Bahas Mekanisme Menuju Gencatan Senjata di Gaza
Pernyataan Scholz ini datang sehari setelah Macron mengusulkan pengiriman pasukan darat Barat ke Ukraina untuk mendukung Ukraina mempertahankan negaranya dari Rusia.
“Tak ada konsensus di mana pasukan darat harus diturunkan secara resmi, tapi (semua opsi) tak perlu dikesampingkan,” ujar Macron pada konferensi pers di Paris setelah menjadi tuan rumah dalam konferensi yang membahas bantuan militer untuk Ukraina.
Bagikan