Laporan tersebut menyebutkan bahwa pejabat pemerintah sedang berusaha untuk melacak sumber dari ancaman tersebut, yang diyakini sebagai bagian dari upaya asing untuk mengganggu proses pemilu. Ancaman bom palsu ini terdeteksi di beberapa negara bagian, termasuk Georgia, Arizona, Michigan, dan Wisconsin.
Baca juga : Qatar Buka Kembali Kedutaan Besarnya di Suriah Setelah 13 Tahun
Berita tersebut muncul setelah FBI mengumumkan bahwa mereka sedang menyelidiki sejumlah ancaman bom terhadap tempat pemungutan suara (TPS) di beberapa negara bagian, dan sebagian besar ancaman itu tampaknya berasal dari alamat email yang terhubung dengan Rusia.
“Tidak ada ancaman yang dapat dipastikan kredibel sejauh ini,” ungkap pihak FBI dalam pernyataannya.
Sekretaris Negara Bagian Georgia, Brad Raffensperger, sebelumnya menyatakan bahwa ancaman bom tersebut ditujukan ke dua TPS di Fulton County, yang disertai dengan dugaan keterlibatan Rusia.
Baca juga : Topan Trami Telan 85 Korban Jiwa, 5,7 Juta Warga Filipina Harus Mengungsi
"Ancaman itu tidak dapat dipercaya," kata Raffensperger, menambahkan bahwa ancaman tersebut mendorong evakuasi singkat di beberapa TPS pada Selasa.
“Mereka tampaknya berniat jahat. Mereka tidak ingin kita menyelenggarakan pemilu dengan lancar, adil, dan akurat,” ujar Raffensperger kepada wartawan.
Bagikan