DECEMBER 9, 2022
PEMILU

Sikap Golput Bahaya Bagi Politik dan Pembangunan Bangsa

post-img
Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar

JAKARTATERKINI.ID - Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, berpendapat bahwa golput atau "golongan putih" selalu diidentikkan dengan bentuk ketidakpedulian dan kekecewaan yang justru akan menimbulkan masalah politik dan berdampak besar terhadap pembangunan bangsa.

Menurutnya, golput bukanlah pilihan yang bijak, melainkan bentuk ketidakpedulian dan kekecewaan yang dapat menimbulkan masalah politik dan berdampak terhadap pembangunan bangsa.

Baca juga : 1.111 Kiai se-Jabar Dukung Amin

"Sikap apatis yang diimplementasikan melalui golput dinilai tidak akan menyelesaikan persoalan dan justru tidak menunjukkan kepedulian terhadap nasib bangsa ke depan," katanya. 

Oleh karena itu, Ujang Komarudin menekankan pentingnya memilih, meskipun kandidat capres dan cawapres yang ditawarkan mungkin memiliki kekurangan. Dia menyarankan untuk memilih berdasarkan hati nurani dan rasionalitas, serta memilih yang dianggap terbaik dari opsi yang ada.

Ujang Komarudin juga mengingatkan tentang fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan bahwa praktik golput itu haram, sehingga hukumnya berdosa jika dilakukan. Bagi umat Islam yang terikat dengan fatwa MUI tersebut, golput dianggap sebagai perbuatan yang melanggar hukum agama.

Baca juga : KPU Rilis Rancangan Jadwal Pilpres 2024 Putaran Kedua

"Selain itu, praktek golput dinilainya dapat berpengaruh terhadap legitimasi pemilihan umum. Jika partisipasi pemilih rendah, pemilu tersebut dapat dianggap gagal, dan legitimasi capres cawapres yang terpilih akan rendah. Oleh karena itu, tingkat partisipasi dianggap penting untuk memastikan keberhasilan proses pemilu," jelasnya. 

Ujang Komarudin mengimbau masyarakat untuk datang ke bilik suara pada 14 Februari 2024 mendatang guna menyalurkan hak pilihnya. Dia menekankan bahwa golput dapat berdampak negatif jika di kemudian hari pemimpin terpilih mengeluarkan kebijakan yang tidak sesuai harapan.


Related Post

PEMILU

Ketua TPN Bakal Tunggu Hasil Penghitungan Suara Manual Pemilu

PEMILU

TNI AD Tegaskan Netralitas dalam Pilkada 2024

PEMILU

KPU DKI Dorong Pemberitahuan Kampanye Melalui WhatsApp

PEMILU

Situs Website KPU Diserang DoS Ratusan Juta Kali

PEMILU

Bawaslu Jabar Selidiki Pelanggaran Kampanye di Masa Tenang

PEMILU

Polisi Turunkan 2.094 Personel Amankan Sidang MK

Tentang Kami

Jakartaterkini.id merupakan transformasi dari Media sosial Instagram Jakarta terkini, yang lahir sejak tahun 2017 silam. Melalui media online kami ingin lebih berkomitmen dalam menghadirkan beragam informasi yang lebih luas, komprehensif dan faktual.

Kami berfokus menjadi media lokal Jakarta yang terkini, sesuai dengan tag line kami, Informasi terkini di Jakarta. Dibawah naungan JTN Media kami terus beradaptasi dalam segala aspek sesuai dengan perkembangan sosial terkini. Selain itu kami juga terus melakukan inovasi terhadap perkembangan teknologi agar dapat memenuhi keinginan khalayak dalam mengakses informasi.

Kami adalah media yang Independent dengan mengedepankan kaidah jurnalistik, disajikan secara berimbang tanpa intervensi.

Bicara Jakarta..?! Jakarta terkini, Informasi terkini di Jakarta, Powered by JTN Media. 

 
Cart